Di halaman ini
Sebelum mulai
Halaman ini menjelaskan dasar-dasarnya dengan bahasa sederhana. Ini informasi umum, bukan nasihat hukum atau pajak. Aturan bisa berubah dan penerapannya tergantung situasimu. Sumber di bawah kami cek pada Oktober 2026. Sebelum mengadakan giveaway untuk usaha, dengan hadiah bernilai besar, atau bersama brand, tanyakan ke Kementerian Sosial, kantor pajak, konsultan pajak, atau advokat.
Gifty hanyalah alat untuk memilih pemenang secara acak. Memakainya tidak membuat giveaway otomatis sah, dan tidak menggantikan izin atau S&K tertulis.
Undian, lomba, atau judi?
Aturannya bergantung pada cara pemenang dipilih dan apakah peserta membayar:
- Undian berhadiah: pemenang dipilih secara acak, misalnya dari komentar. Kebanyakan giveaway Instagram masuk ke sini.
- Lomba atau kuis: pemenang dinilai dari karya atau jawaban, misalnya foto terbaik. Tidak ada unsur untung-untungan, dan pajaknya diatur berbeda dari hadiah undian.
- Bayar untuk ikut: peserta membeli kupon, tiket, atau “slot” demi kesempatan menang. Ini berisiko dianggap perjudian menurut hukum pidana, jadi hindari. Ikut giveaway sebaiknya selalu gratis.
Izin undian gratis berhadiah (Permensos 3/2024)
Undian di Indonesia diatur sejak lama oleh UU No. 22 Tahun 1954 tentang Undian. Aturan pelaksananya sekarang adalah Peraturan Menteri Sosial No. 3 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Undian Gratis Berhadiah, yang berlaku sejak 28 Oktober 2024 dan menggantikan Permensos 4/2021. Poin pentingnya:
- Undian gratis berhadiah (UGB) adalah kesempatan mendapat hadiah yang diberikan cuma-cuma, dikaitkan dengan promosi produk, dengan pemenang dipilih lewat undian.
- Wajib izin Menteri Sosial. Permohonan diajukan secara daring.
- Penyelenggaranya harus badan hukum, atau organisasi yang sudah berdiri minimal 1 tahun. Perorangan tidak disebut sebagai penyelenggara.
- Ada kewajiban dana minimal 10% dari total nilai hadiah, serta kewajiban melapor setelah undian selesai.
- Undian lewat media daring juga diatur, dan tidak ada pengecualian untuk hadiah bernilai kecil.
Bagaimana kenyataannya? Giveaway Instagram oleh UMKM sangat umum, dan kami tidak menemukan catatan penindakan terhadap giveaway kecil di media sosial. Tapi tidak adanya penindakan bukan berarti aturannya tidak berlaku. Kalau giveaway jelas mempromosikan produk usahamu, apalagi hadiahnya besar atau bersama brand, cek kewajiban izinnya dulu. Naskahnya bisa dibaca di pasal.id dan JDIH BPK.
Pajak hadiah undian: PPh final 25%
Hadiah undian dikenai PPh final 25% dari nilai bruto hadiah (PP 132 Tahun 2000 dan PER-11/PJ/2015). Yang perlu kamu tahu sebagai penyelenggara:
- Penyelenggara yang memotong atau memungut pajaknya. Secara hukum pajak itu beban pemenang, tapi penyelenggara yang memotong dan menyetorkannya.
- Hadiah berupa barang dihitung dari nilai pasarnya, bukan hanya harga modal.
- Hadiah langsung yang diberikan ke semua pembeli tanpa diundi, saat transaksi, tidak termasuk hadiah undian.
- Hadiah lomba atau penghargaan pajaknya diatur dengan ketentuan lain.
Banyak penyelenggara menanggung pajaknya sendiri supaya pemenang menerima hadiah utuh. Apa pun pilihanmu, tulis di S&K. Ringkasan dasarnya ada di Hukumonline, dan untuk kasusmu sendiri tanyakan ke konsultan pajak atau kantor pajak.
Hati-hati dengan modus penipuan. Penipu sering memakai alasan “bayar pajak hadiah dulu” supaya terdengar resmi. Penyelenggara giveaway Instagram yang asli tidak meminta pemenang mentransfer “pajak” ke rekening pribadi lewat DM. Baca juga ciri-ciri penipuan giveaway.
Hukum giveaway dalam Islam
Banyak penyelenggara dan peserta bertanya apakah giveaway halal atau haram. Kami tidak berwenang memberi fatwa, jadi berikut gambaran pembahasannya saja.
Pertanyaan utamanya biasanya soal maisir (judi) dan gharar (ketidakjelasan). Dalam pembahasan yang sering muncul, giveaway yang gratis, tanpa biaya ikut dan tanpa taruhan, dipandang banyak pihak sebagai pemberian hadiah. Sementara undian yang mewajibkan peserta membayar atau membeli kupon demi kesempatan menang dinilai sebagian ulama mengandung unsur maisir. Ada juga perbedaan pendapat soal detailnya, misalnya syarat membeli produk, follow, atau tag teman.
Untuk kepastian, tanyakan ke ustaz, lembaga fatwa, atau ormas Islam yang kamu percayai, dan ceritakan detail giveaway-mu. Dari sisi praktis, membuat giveaway gratis untuk diikuti, dengan hadiah yang jelas dan undian yang terbuka, menjawab banyak kekhawatiran peserta.
Aturan Instagram dan Meta
Selain hukum Indonesia, pedoman promosi Instagram mewajibkan tiap giveaway memuat pembebasan Instagram dari tanggung jawab dan pernyataan bahwa Instagram tidak terlibat. Penyelenggara juga bertanggung jawab mematuhi hukum yang berlaku.
Kebijakan spam Meta menggolongkan giveaway uang tunai atau yang setara uang demi interaksi sebagai spam. Jadi, hindari hadiah transfer uang atau saldo e-wallet, dan pilih produk, layanan, atau pengalaman. Template yang sudah memuat pernyataan wajib ada di halaman syarat giveaway.
Cek sebelum giveaway dimulai
Daftar singkat ini bukan pengganti nasihat hukum, tapi membantu menghindari masalah yang paling sering terjadi:
- Ikut giveaway gratis, tanpa membeli kupon, tiket, atau slot.
- Kalau giveaway mempromosikan produk usahamu, kamu sudah mengecek kewajiban izin undian gratis berhadiah.
- Kamu tahu perkiraan nilai hadiah dan siapa yang menanggung PPh atas hadiah undian.
- Hadiahnya barang, layanan, atau voucher di tokomu, bukan transfer uang atau saldo e-wallet.
- S&K memuat batas waktu, syarat peserta, cara memilih pemenang, dan pernyataan soal Instagram.
- Kalau hadiahnya dari brand, kerja samanya ditandai dengan jelas, misalnya #iklan atau label kemitraan berbayar.
- Kamu punya rencana menyimpan data pemenang (nama, alamat) seperlunya dan tidak membagikannya.
Tanya jawab izin dan pajak giveaway
Apakah giveaway di Instagram harus punya izin?
Menurut Permensos 3/2024, undian gratis berhadiah yang dikaitkan dengan promosi produk wajib izin Menteri Sosial, dan tidak ada pengecualian untuk hadiah kecil. Dalam praktiknya, giveaway kecil di media sosial jarang diurus izinnya. Kalau ragu, tanyakan ke Kementerian Sosial atau advokat. Ini informasi umum, bukan nasihat hukum.
Berapa pajak hadiah undian?
PPh final 25% dari nilai bruto hadiah, berdasarkan PP 132/2000. Untuk hadiah barang, nilainya dihitung dari harga pasar. Penyelenggara yang memotong atau memungutnya.
Siapa yang membayar pajak hadiah giveaway?
Secara aturan, pajaknya beban penerima hadiah, tapi dipotong oleh penyelenggara. Banyak penyelenggara memilih menanggungnya sendiri. Tulis pilihanmu di S&K supaya jelas sejak awal.
Bagaimana hukum giveaway dalam Islam?
Pendapatnya beragam. Giveaway gratis tanpa biaya ikut sering dipandang sebagai pemberian hadiah, sedangkan undian yang mewajibkan peserta membayar demi kesempatan menang dinilai sebagian ulama mengandung unsur judi (maisir). Kami tidak memberi fatwa. Tanyakan ke ustaz atau lembaga fatwa yang kamu percayai.
Bolehkah giveaway dengan syarat membeli produk?
Undian yang dikaitkan dengan pembelian produk justru jenis promosi yang diatur Permensos 3/2024, jadi kewajiban izinnya makin relevan. Menjual kupon atau tiket khusus untuk ikut undian berisiko dianggap perjudian. Untuk Instagram, cara paling aman adalah giveaway yang gratis untuk diikuti.
Apakah memakai aplikasi undian membuat giveaway sah?
Tidak. Aplikasi seperti Gifty hanya memilih pemenang secara acak. Sah atau tidaknya giveaway tergantung izin, hadiah, cara ikut, dan siapa penyelenggaranya.